Berita ekonomi dari indons yg pasti sakitkan hati Kerajaan UMNO

|

Soal Wirausaha, Indonesia Kalah dari Malaysia - Hanya 4,5 Juta
06 Desember 2010 | 12:49 | Berita Aktual » Ekonomi

Solo, CyberNews. Kalau soal kewirausahaan, Negeri Kelantan, Malaysia patut ditiru. Penduduknya kaya karena lebih dari separoh menjadi wirausaha dan sukses. Sensus terakhir, jumlah warga miskin di negeri itu hanya empat kepala keluarga.

‘’Dunia pendidikan di sana juga sangat mendukung. Salah satunya University Malaysia Utara yang memiliki kajian khusus wirausaha. Begitu pula pendidikan menengahnya yang juga sangat maju,’’ kata Prof Totok Sarsito SU PhD, Senin (6/12).

Dia mewakili Rektor UNS membuka workshop kewirausahaan antara UNS dengan University Malaysia Utara, di auditorium UNS. Kegiatan itu diikuti 37 mahasiswa dari berbagai universitas di Malaysia dan juga lebih dari 60 mahasiswa Indonesia.

Agus Rachman SE MEc, Kepala Divisi Partisipasi Bisnis dan Permodalan, Kementerian Koperasi mengatakan, menjadi wirausaha bukan sesuatu yang menakutkan. Bahkan justru menjadi tantangan bagi yang ingin maju. Tidak seperti warga Indonesia yang selalu aristokratis, bekerja di kantoran.

‘’Ketika bertemu seseorang, pertanyaan pertama adalah di kantor mana bekerja? Jadi ketika menjadi pegawai, apalagi pegawai pemerintah, bangga luar biasa. Itu beda dengan warga lain yang bangga dengan apa yang sudah dia perbuat sehingga bisa mendapatkan pendapatan banyak, sebagai wrausaha,’’ kata dia.

Karena itulah jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat minim. Dari 200 juta lebih penduduk, yang menjadi wirausaha hanya 4,5 juta saja. Yang lain memilih menjadi pegawai kantoran.

Totok mengatakan, Kelantan miskin pemerintahnya karena dipimpin oleh penguasa yang berasal dari partai oposisi di Malaysia. Yakni PAS, partai yang mendukung mantan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

‘’Karena itu anggaran pemerintah banyak dipangkas oleh pemerintahan pusat. Namun justru karena ketiadaan anggaran itulah, mendorong warganya memilih menjadi wirausaha. Mereka ternyata sangat sukses di mana-mana, sehingga makmur. Pemerintah betul-betul sekadar fasilitator.’’

( Joko Dwi Hastanto /CN16 )

0 comments: